Ziarah ke Makam Leluhur :: Makam Raja-Raja Kotagede

Pertengahan Agustus 2009 kemarin nih diajakin Papa ziarah ke makam leluhur bareng rombongan trah (lupa nama trahnya). Awalnya aku gak mau karena pasti isinya orang tua semua, tp setelah dibujuk rayu dan katanya ada anak mudanya akhirnya aku ngikut dueh. Eh, gak taunya sampai di tempat kumpul rombongan isinya orang tua semua!! dueng .. dueng.. ternyata gak ada anak mudanya, aku doank yang anak muda, bahkan papaku yang saat itu sudah berumur 62 tahun masih termasuk yang termuda diantara para rombongan..hakdesteng gubrak gubrak..

Oke, udah bete abisslah gak ada temennya di rombongan yang isinya mbah-mbah semua. Apalagi aku gak tau mau ziarah kemana. Ternyata bis menuju ke Makam Raja-raja Kotagede, nah tau mau kesitu di dalam bis aku dah ngrengek-ngrengek gak mau turun karena kalau masuk ke makam harus pakai kemben dan aku gak mau pake kemben (malu bok!). Bingung juga ngapain ziarah ke Kotagede? bukannya itu makam raja-raja? oke, setelah tanya Papa, ternyata trah ini emang keturunan Panembahan Senopati alias pendiri Kerajaan Mataram..oke, tambah lagi deh, dulu taunya cuman keturunan Brawijaya dari Majapahit sekarang Panembahan Senopati..oke oke..untuk lebih jelas silsilahnya aku gak mudeng, coba tanya Papaku πŸ˜€ paling demen dia soal begituan πŸ˜€

Sampai di Makam Raja-raja Kotagede pertama-tama mengisi buku tamu terlebih dahulu. Oiya, untuk masuk ke dalam makam gak boleh sembarangan lho, ada hari-hari tertentu dimana pengunjung dapat memasuki makam. Selain itu, untuk masuk ke makamnya harus menggunakan pakaian khusus yaitu pakaian tradisional Jawa, gak usah bawa di rumah karena di sana sudah disediakan penyewaan pakaiannya yang disewakan dengan harga Rp. 9.000 saja, murah toh πŸ™‚ Oke, pakaian sudah di tangan dan selanjutnya aku bingung gimana cara makeknya, ternyata disana ada ibu-ibu yang siap membantu memakaikan pakaian, jangan lupa untuk memberi tanda terimakasih buat ibunya, cukup dengan Rp. 2.000 aja kok πŸ™‚ Aha! pakai pakaian tradisional Jawa ternyata keren juga! tapi karena agak gak pede klo pake kemben doank, jadinya aku tutupin pake selendang..beda sama yg ibu-ibu wuihh merekah mah lebih pede-pede..hehhee..ahh udah pake baju keren-keren begini ternyata di antara para rombongan gak ada satupun yang bawa kamera! tapi ternyata ada bule baik hati, namanya Martin, dari Singapore (yah deket situ doank -_-!) yg tertarik untuk motret, nah beginilah jadinya…jreeeng jreeeng:

rombongan trah, i'm the youngest πŸ™‚

Gak semua anggota rombongan masuk ke makam, hanya beberapa saja dan lainnya memilih untuk jalan-jalan di sekitar kompleks makam. Eh gak ketinggalan aku dipotret sendirian juga lho, thanks Martin!!!

taken by Martin

Puas poto-poto baru deh masuk ke makam, sayangnya di dalam makam gak boleh poto-poto tapi aku kasih sedikit gambaran deh di dalamnya. Masuk pintu makam ada satu bangunan pendopo tertutup, nah di pekarangan pendopo terdapat makam-makam yang katanya itu makam abdi dalem, sedangkan di dalam pendopo adalah makam raja-rajanya. Ada makam kontroversial dimana kijingnya setengah badan ada di dalam dan setengahnya di luar pendopo, aku lupa namanya ntar deh aku cari dulu ya πŸ™‚ alkisah dia membelot dari Panembahan Senopati dan memihak lawan. Oiya, di dalam Pendopo makam paling besar adalah makam Panembahan Senopati, lebaaarr banget. Wow, baru kali itu bisa liat dengan mata kepala sendiri makamnya, sebelumnya cuman kenal Panembahan Senopati dari cerita rakyat doank πŸ˜€ di dalam tentu aja berdoa, setelah doa melihat-lihat makam. Selain Panembahan Senopati, ada makam orang tua Panembahan Senopati dan keturunan-keturunannya, seperti PB I.

Oke, sekian ya ceritanya, setelah dari Makam Raja-raja Kotagede aku masih ziarah ke makam-makam lainnya tapi gak terlalu menarik sih πŸ™‚ well, lain kali klo ke Jogja cobain deh tour makam raja-raja, selain di Kotagede juga ada yang di Imogiri ..hehehehee πŸ˜€

Advertisements

7 thoughts on “Ziarah ke Makam Leluhur :: Makam Raja-Raja Kotagede

  1. wah kok itu dibilang ” membelot “, hehehe apakah njenengan diberitahu seperti itu.
    mohon sesuai fakta dunk
    maff

  2. waduw masih keturunan raja-2 ne, biasanya byk yg jd orang sukses …harusnya bersyukur msh punya trah kerajaan, dan kononnya katanya apabila ada orang pinter ato paranormal biasanya oarng yg mash ada trah dibelakangnya ada yg ngikutin lo ya biasnya leluhurnya…dan aq baru tau klo ada cew ga pede pake kemben padahal yg terlihat cm bahu aja bukannya ntu nambah seksi, artis aja pake kemben dibawa ke Mall..he.he

  3. Rumahku deket bgt ma situ, meski sering nongkrong di depan pintu gerbang masuk makam, tp gak pernah masuk kedalem sampe liat makamnya. klo siang hari, enak bgt klo nongkrong di bawah pohon di deket kamu berpoto bersama itu. apalagi sambil bawa temen2 kuliah.

  4. “Panembahan senopati ing ngalogo panoto agomo kalifatullah” seorang raja yg tidak mau memakai gelar sultan ato raja dan hanya memakai gelar senopati demi menghormati ayah angkatnya “sultan hadiwijaya”
    Seorang yang besar, bukan besar krn jabatan raja yang disandangnya melainkan cara befikir, bertindaknya dengan karakter, mental dan spiritualnya yg tercermin dlm tingkah lakunya yg baik.
    Jika siapapun mengaku atau merasa memang anak turun panembahan senopati hendaklah menjaga perkataan, perbuatan dan tingkah laku untuk tetap baik.
    Rgds
    Agus kendalisodo (FB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s